SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN INVETERBRATA
1. Cacingnpipih/planaria
cacing pipih melakukan ekskresi melalui dengat alat yang disebut selapi atau flamecell
2. Cacing Tanah
alat ekskresi cacing tanah dikenal dengan nefridium. alat ini terdapat pada setiap kecuali somit pertama dan terakhir.
Setiap nefridium dilengkapi corong terbuka atau Defrostoma yang terdapat setiap sekat permisah somit
3. Serangga
alat eksresi serangga, misalnya belalang berupa pembuluh malpighi. pembuluh ini melekat pada satu atau kedua ujung usus.
Sunday, 20 October 2013
Monday, 7 October 2013
SISTEM HORMON PADA MANUSIA
Posted By:
Hoax Gaming
on 06:13
A. PENGERTIAN HORMON
Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan adanya hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik.
Berdasarkan strukturnya:
Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar epifisis
Kelenjar tiroid (kelenjar gondok)
Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok)
Kelenjar timus (kelenjar kacang)
Kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal).
Kelenjar langerhans (pankreas).
Kelenjar Usus dan lambung
Kelenjar kelamin (gonal):
a. Ovarium di rongga perut.
b. Testis di rongga perut bawah.
B. STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM HORMON PADA MANUSIA
1. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar Hipofisis terletak di dalam tulang sela tursika dibagian tengah tulang baji, yang berdiameter sekitar 1 cm dan terdiri dari :
1) Hipofisis Lobus anterior , hormon yg dihasilkan:
a. Tirotrofin, berfungsi: merangsang tiroid.
b. Kortikotrofon, berfungsi: merangsang kelenjar anak ginjal.
c. Gonadotrofin terbagi menjadi dua, yaitu Hormon Perangsang Folikel merangsang pertumbuhan folikel dan ovarium (pada wanita) dan merangsang pertumbuhan pembentukkan sperma (pada pria).Sedangkan Hormon Peluteiman berfunfgsi merangsang ovulasi dan korpus untuk menghasilakan progesteron dan estrogen (pada wanita) dan merangsang sel interstital dalam testis (pada pria).
2) Hipofisis Lobus Posterior, hormon yang dihaslkan:
a. Vasopresin, berfungsi mengatur kadar air dlm tubuh dan darah melalui penyerapan air oleh tubulos kontortus, sehingga mencegah pembentukkan urin dlm jumlah banyak.
b. Oksitosin, berfungsi merangsang kontrasi otot polos uterus yang penting dlm proses kelahiran.
3) Hipofisis Lobus Intermedia
Pada manusia, hormon ini belum diketahui dengan jelas fungsinya
2. Kelenjar Epifisis
Kelenjar ini terletak di otak bagian atas. Namun, belum diketahui dengan pasti hormon yang dihasilkan dan fungsinya.
3. Kelenjar Tiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang kaya akan pembuluh darah dan merupakan sepasang kelenjar yang terletak berdampingan di sekitar leher. Hormon yang di hasilkan:
a. Tiroksin dan (T4) Triiodotironin (T3) yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat, memengaruhi perkembangan mental, memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel, dan memengaruhi kegiatan sistem saraf.
b. Calsitonin berfungsi menurunkan kadar Ca (Calsium) darah dan mengatur absorpsi kalcium oleh tulang.
4. Kelenjar paratiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menempel pada kelenjar Thyroid. Setiap kelenjar Thyroid mempunyai sepasang kelenjar Parathyroid, sehingga semuanya berjumlah 4 buah kelenjar parathyroid. Hormon yang dihasilkan ialah PTH (Parathormon) yang berfungsi mengatur metabolisme kalsium dan fosfat dan mengendalikan pembentukan tulang.
5. Kelenjar timus
Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pubertas, setelah melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan berkurang sedikit demi sedikit. Terletak pada tulang dada dan berfungsi mengatur proses pertumbuhan, kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran dan memacu pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yang menghasilkan lymphocyte cell/T cell.
6. Kelenjar adrenal
Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan terdiri menjadi dua bagian:
a. Bagian Korteks (luar), hormon yang dihasilkan ialah Kortison dan Deoksikortiso yang berfungsi mempengaruhi proses penyerapan.
b. Bagian Medula (dalam), hormon yang dihasilkan ialah Adrenalin yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga menaikkan tekanan darah.
7. Kelenjar langerhans
Kelenjar ini terletak pada Pankreas, hormon yang dihasilkan Insulin yang berfungsi mengatur kadar glukosa dalam darah dan membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar dan otot. Kelenjar ini juga menhasilkan Glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula dalam darah dan mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis.
8. Kelenjar usus dan lambung
a. Usus, hormon yang dihasilkan ialah Sekretin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pancreas dan Kolesistekinin yang berfungsi merangsang pengeluaran empedu.
b. Lambung , hormon yang dihasilkan ialah Gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung.
9. Kelenjar kelamin
Kelenjar ini terdiri dari dua bagian:
a. Kelenjar kelamin pria, terletak pada testis.Hormon yang dihasilkan ialah Testosteron yang berfungsi mengatur ciri kelamin sekunder dan mempertahankan proses spermatogenesis.
b. Kelenjar kelamin wanita ,terletak pada ovarium. Hormon yang dihasilkan ialah Estrogen yang berfungsi memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder wanita, Progesteron berfungsi mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus dan menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu dan Relaksin yang berfungsi membantu proses persalinan dalam kontraksi otot.
SEMOGA BERMAFAAT BUAT ANAK SEKOLAHAN
SALAM DARI ADMIN
Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan adanya hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik.
Berdasarkan strukturnya:
Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar epifisis
Kelenjar tiroid (kelenjar gondok)
Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok)
Kelenjar timus (kelenjar kacang)
Kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal).
Kelenjar langerhans (pankreas).
Kelenjar Usus dan lambung
Kelenjar kelamin (gonal):
a. Ovarium di rongga perut.
b. Testis di rongga perut bawah.
B. STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM HORMON PADA MANUSIA
1. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar Hipofisis terletak di dalam tulang sela tursika dibagian tengah tulang baji, yang berdiameter sekitar 1 cm dan terdiri dari :
1) Hipofisis Lobus anterior , hormon yg dihasilkan:
a. Tirotrofin, berfungsi: merangsang tiroid.
b. Kortikotrofon, berfungsi: merangsang kelenjar anak ginjal.
c. Gonadotrofin terbagi menjadi dua, yaitu Hormon Perangsang Folikel merangsang pertumbuhan folikel dan ovarium (pada wanita) dan merangsang pertumbuhan pembentukkan sperma (pada pria).Sedangkan Hormon Peluteiman berfunfgsi merangsang ovulasi dan korpus untuk menghasilakan progesteron dan estrogen (pada wanita) dan merangsang sel interstital dalam testis (pada pria).
2) Hipofisis Lobus Posterior, hormon yang dihaslkan:
a. Vasopresin, berfungsi mengatur kadar air dlm tubuh dan darah melalui penyerapan air oleh tubulos kontortus, sehingga mencegah pembentukkan urin dlm jumlah banyak.
b. Oksitosin, berfungsi merangsang kontrasi otot polos uterus yang penting dlm proses kelahiran.
3) Hipofisis Lobus Intermedia
Pada manusia, hormon ini belum diketahui dengan jelas fungsinya
2. Kelenjar Epifisis
Kelenjar ini terletak di otak bagian atas. Namun, belum diketahui dengan pasti hormon yang dihasilkan dan fungsinya.
3. Kelenjar Tiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang kaya akan pembuluh darah dan merupakan sepasang kelenjar yang terletak berdampingan di sekitar leher. Hormon yang di hasilkan:
a. Tiroksin dan (T4) Triiodotironin (T3) yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat, memengaruhi perkembangan mental, memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel, dan memengaruhi kegiatan sistem saraf.
b. Calsitonin berfungsi menurunkan kadar Ca (Calsium) darah dan mengatur absorpsi kalcium oleh tulang.
4. Kelenjar paratiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menempel pada kelenjar Thyroid. Setiap kelenjar Thyroid mempunyai sepasang kelenjar Parathyroid, sehingga semuanya berjumlah 4 buah kelenjar parathyroid. Hormon yang dihasilkan ialah PTH (Parathormon) yang berfungsi mengatur metabolisme kalsium dan fosfat dan mengendalikan pembentukan tulang.
5. Kelenjar timus
Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pubertas, setelah melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan berkurang sedikit demi sedikit. Terletak pada tulang dada dan berfungsi mengatur proses pertumbuhan, kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran dan memacu pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yang menghasilkan lymphocyte cell/T cell.
6. Kelenjar adrenal
Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan terdiri menjadi dua bagian:
a. Bagian Korteks (luar), hormon yang dihasilkan ialah Kortison dan Deoksikortiso yang berfungsi mempengaruhi proses penyerapan.
b. Bagian Medula (dalam), hormon yang dihasilkan ialah Adrenalin yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga menaikkan tekanan darah.
7. Kelenjar langerhans
Kelenjar ini terletak pada Pankreas, hormon yang dihasilkan Insulin yang berfungsi mengatur kadar glukosa dalam darah dan membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar dan otot. Kelenjar ini juga menhasilkan Glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula dalam darah dan mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis.
8. Kelenjar usus dan lambung
a. Usus, hormon yang dihasilkan ialah Sekretin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah pancreas dan Kolesistekinin yang berfungsi merangsang pengeluaran empedu.
b. Lambung , hormon yang dihasilkan ialah Gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah lambung.
9. Kelenjar kelamin
Kelenjar ini terdiri dari dua bagian:
a. Kelenjar kelamin pria, terletak pada testis.Hormon yang dihasilkan ialah Testosteron yang berfungsi mengatur ciri kelamin sekunder dan mempertahankan proses spermatogenesis.
b. Kelenjar kelamin wanita ,terletak pada ovarium. Hormon yang dihasilkan ialah Estrogen yang berfungsi memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder wanita, Progesteron berfungsi mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus dan menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu dan Relaksin yang berfungsi membantu proses persalinan dalam kontraksi otot.
SEMOGA BERMAFAAT BUAT ANAK SEKOLAHAN
SALAM DARI ADMIN
Monday, 30 September 2013
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Posted By:
Hoax Gaming
on 07:05
1. Ginjal
Dalam tubuh terdapat sepasang ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri yang berdekatan dengan tulang-tulang pinggang. Bentuk ginjal seperti kacang ercis dengan panjang lebih kurang 10 cm.
Baca mengenai ginjal sebagai alat ekskresi tubuh selengkapnya pada artikel berikut :
Struktur Ginjal
Proses Pembentukan Urine
Gangguan , Kelainan & Terapi pada ginjal
Menjaga & Memelihara kesehatan ginjal
2. Kulit
Kulit merupakan bagian terluar tubuh. Jadi, kulit berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan fisik seperti gesekan, panas, atau zat kimia. Kulit juga menjaga tubuh agar tidak banyak kehilangan air, yaitu dengan mengatur suhu tubuh. Selain itu, kulit juga selalu menerima rangsangan mekanis dari luar tubuh. Hal ini yang menyebabkan kulit selalu memperbarui sel-selnya karena setiap hari jutaan sel-sel kulit rusak. Selain hal-hal di atas, kulit mempunyai peranan penting dalam mengekskresikan zat-zat dalam bentuk keringat.
Baca mengenai kulit sebagai alat ekskresi tubuh selengkapnya pada artikel berikut :
Struktur kulit beserta fungsinya
Gangguan & Kelainan pada Kulit
Perawatan & Penjagaan kesehatan kulit
3. Paru-Paru
Paru-paru selain berperan sebagai organ pernapasan juga berperan sebagai organ ekskresi (Gambar 8.9). Hal ini karena gas CO2 dan uap air (H2O) hasil proses metabolisme diangkut darah dari jaringan tubuh menuju paru-paru dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh pada waktu ekspirasi. CO2 sekitar 75% dari jaringan tubuh diangkut plasma darah dalam bentuk ion HCO3– (asam bikarbonat) dan sisanya sekitar 25% diikat oleh hemoglobin (Hb) membentuk senyawa HbCO2 (karboksihemoglobin). Coba Anda ingat kembali materi paru-paru pada bab Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan.
4. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 3–5% dari berat badan. Hati memperoleh darah dari arteri hepatica dan vena portal hepatica. Darah yang diangkut oleh arteri hepatica sebesar 30% dari jumlah darah total di hati. Darah ini berasal dari percabangan aorta sehingga kaya oksigen. Sementara itu, darah yang diangkut vena portal hepatica sebesar 70% dari jumlah darah total di hati. Darah ini banyak mengangkut zat-zat sari makanan dari usus halus. Pada organ ini hanya terdapat satu macam pembuluh yang mengangkut darah keluar dari hati, yaitu vena hepatica. Perhatikan Gambar 8.10.
hati sebagai alat organ ekskresi
Selain pembuluh darah, hati juga dilengkapi dengan saluran empedu yang mengangkut hasil produksi empedu dari hati menuju duodenum.
sumber : http://indobiology.blogspot.com/2013/09/sistem-ekskresi-pada-manusia.html
Dalam tubuh terdapat sepasang ginjal terletak di sebelah kanan dan kiri yang berdekatan dengan tulang-tulang pinggang. Bentuk ginjal seperti kacang ercis dengan panjang lebih kurang 10 cm.
Baca mengenai ginjal sebagai alat ekskresi tubuh selengkapnya pada artikel berikut :
Struktur Ginjal
Proses Pembentukan Urine
Gangguan , Kelainan & Terapi pada ginjal
Menjaga & Memelihara kesehatan ginjal
2. Kulit
Kulit merupakan bagian terluar tubuh. Jadi, kulit berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan fisik seperti gesekan, panas, atau zat kimia. Kulit juga menjaga tubuh agar tidak banyak kehilangan air, yaitu dengan mengatur suhu tubuh. Selain itu, kulit juga selalu menerima rangsangan mekanis dari luar tubuh. Hal ini yang menyebabkan kulit selalu memperbarui sel-selnya karena setiap hari jutaan sel-sel kulit rusak. Selain hal-hal di atas, kulit mempunyai peranan penting dalam mengekskresikan zat-zat dalam bentuk keringat.
Baca mengenai kulit sebagai alat ekskresi tubuh selengkapnya pada artikel berikut :
Struktur kulit beserta fungsinya
Gangguan & Kelainan pada Kulit
Perawatan & Penjagaan kesehatan kulit
3. Paru-Paru
Paru-paru selain berperan sebagai organ pernapasan juga berperan sebagai organ ekskresi (Gambar 8.9). Hal ini karena gas CO2 dan uap air (H2O) hasil proses metabolisme diangkut darah dari jaringan tubuh menuju paru-paru dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh pada waktu ekspirasi. CO2 sekitar 75% dari jaringan tubuh diangkut plasma darah dalam bentuk ion HCO3– (asam bikarbonat) dan sisanya sekitar 25% diikat oleh hemoglobin (Hb) membentuk senyawa HbCO2 (karboksihemoglobin). Coba Anda ingat kembali materi paru-paru pada bab Sistem Pernapasan pada Manusia dan Hewan.
paru paru sebagai organ ekskresi
4. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 3–5% dari berat badan. Hati memperoleh darah dari arteri hepatica dan vena portal hepatica. Darah yang diangkut oleh arteri hepatica sebesar 30% dari jumlah darah total di hati. Darah ini berasal dari percabangan aorta sehingga kaya oksigen. Sementara itu, darah yang diangkut vena portal hepatica sebesar 70% dari jumlah darah total di hati. Darah ini banyak mengangkut zat-zat sari makanan dari usus halus. Pada organ ini hanya terdapat satu macam pembuluh yang mengangkut darah keluar dari hati, yaitu vena hepatica. Perhatikan Gambar 8.10.
hati sebagai alat organ ekskresi
Selain pembuluh darah, hati juga dilengkapi dengan saluran empedu yang mengangkut hasil produksi empedu dari hati menuju duodenum.
sumber : http://indobiology.blogspot.com/2013/09/sistem-ekskresi-pada-manusia.html
Subscribe to:
Posts (Atom)